Jumat, 28 April 2017

Macam kopi berdasarkan cara penyajian


Banyak cara untuk menyajikan kopi. Dari cara penyajian itu, munculah berbagai macam kopi sesuai dengan cara penyajian. Salah satunya adalah kopi tubruk yang sangat populer. Kopi tubruk adalah kopi dengan cara penyajian diseduh air mendidih.

Ada kopi jos atau kopi arang , yaitu kopi yang dalam penyajian dicelup dengan arang yang membara sehingga mengeluarkan bunyi jos. Sedangkan kopi susu karena penyajian kopi dicampur dengan susu.

Berikut ini adalah berbagai macam kopi berdasarkan cara penyajian yang diadopsi dari berbagai negara,  terutama Italia.

Espresso

Biasa di sebut normale. Di Italia Espresso merupakan jenis kopi yang sangat populer. Penyajian Espresso adalah air kopi murni dengan warna hitam dan kental yang biasanya menjadi bahan dasar pembuatan jenis kopi lain.

Espresso merupakan teknik penyajian kopi khas Italia. Di Indonesia, tradisi minum kopi sudah cukup lama bahkan tua, yaitu kurang lebih 300 tahun. Tapi entah mengapa di daerah urban atau kota besar dan hampir semua kafe mengikuti cara penyajian espresso. Sementara kebanyakan orang Indonesia hanya mengenal dua jenis penyajian kopi, yaitu kopi tubruk dan kopi instan.

Penyajian kopi Espresso adalah sepertiga atau kurang dari setengah cangkir kecil. Biasa diminum dengan atau tanpa gula.

Macam kopi berdasarkan cara penyajian

 

Machiato

Asal kata machiato adalah ternodai. Merupakan Espresso yang dicampurkan dengan sedikit susu atau busa panas. penyajian machiato sepertiga atau kurang dari setengah cangkir kecil. Kalau cangkirnya lebih besar namanya menjadi cappuccino.

 

Caffe Latte

Dalam bahasa Italia artinya kopi susu. Merupakan espresso yang ditambahkan dengan atau tiga kali takaran susu dari teko besar yang biasanya disediakan di bar.

 

Cappuccino

Merupakan Espresso yang ditambahkan susu panas yang dibusakan. Muniman classic untuk sarapan orang italia yang dipercaya lebih berat, komposisi terbaiknya terdiri dari sepertiga espresso, sepertiga susu panas dan sepertiga busa susu yang pekat.

penyajian dalam cangkir yang lebih besar dari susu cangkir espresso biasa. Biasanya diminum dengan gula.

 

Marachino

Marachino konon merupakan kopi khas Maroko yang mempunyai banyak penggemar di Milan. Sebenarnya merupakan espresso ditambah busa susu panas dan taburan coklat diatasnya. penyajian dalam cangkir kecil.

 

Kopi Tubruk

Secara umum, teknik minum kopi yang paling purba adalah merebus air panas dan menuangkannya ke dalam gelas atau cangkir berisi bubuk kopi. Diamkan beberapa menit, atau bisa diaduk langsung dan secara konvensional. Itulah kopi tubruk.

Setiap teknik penyajian kopi memang memengaruhi rasa. Salah satu kekhasan kopi tubruk adalah waktu ekstraksi kopi lebih lama, yaitu selama suhu air mampu mengekstraksikan bubuk kopi serta waktu kita menghabiskan kopinya. Karena hal itulah mengapa kadar kafein dari kopi tubruk lebih tinggi daripada espresso.

Karena waktu ekstraksi tetap berjalan itulah kadang rasa dan aroma kopi bisa tidak stabil. . Di pedesaan dan warung-warung kopi tradisional kopi tubruk tetap menjadi pilihan utama Namun dDi kafe-kafe kota besar, teknik penyajian sudah tidak hanya berpaku pada kopi tubruk.

Bagi sebagian orang, kopi tubruk mungkin sudah ketinggalan zaman. Namun jika kita melihat bahwa minum kopi tidak sekadar minum saja, melainkan membicarakan tradisi, tentu akan jadi lain lagi melihat fenomena kopi tubruk.

Meski begitu, proses icip-coba atau lebih dikenal bahasa Inggrisnya, cupping, menggunakan metode tubruk. Jadi, bisa disimpulkan, untuk lebih komprehensif dan holistik dalam mengenal karakter kopi, baik itu aroma, rasa, kepekatan, jejak rasa di lidah dan rongga mulut, keseimbangan karakter, dll, metode tubruk tetap dijadikan pilihan.

Menikmati kopi adalah hal pribadi. Dalam arti nikmat atau tidaknya kopi yang kita minum bergantung pada selera. Tidak ada kebenaran tunggal bagaimana kita menikmati karakter kopi.
karena itu sangat disayangkan jika kopi tubruk dianggap sebagai teknik penyajian kopi yang tidak begitu baik atau bagus, mengingat selera lidah dan juga kultur merupakan hal yang tidak seragam.
Di Italia ada espresso. Pada masa Perang Dunia II, para tentara Amerika yang tidak cocok dengan espresso meminta kepada para barista atau penyaji kopi untuk menambahkan air panas di kopi espresso mereka. Akhirnya, muncullah nama Americano. Beda lidah, beda cara dalam menikmati sesuatu rasa minuman, dalam hal ini kopi.

Di Indonesia, kopi tubruk adalah identitas. Melalui kopi tubruk itu juga kita bisa melacak bagaimana orang-orang di Indonesia sejak kurang lebih 300 tahun lalu merayakan tradisi minum kopi. Kopi tubruk adalah monumen sejarah kopi di Indonesia.

Diambil dari: http://dekuliner.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar